“Aku Ada di Sana, Percayalah Padaku” – Sastra Lisan dan Soal Percaya pada Kesaksian
وَاِّذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِّ نْ بَنِّْٰيٓ ’ادَمَ مِّنْ ظُهُوْرِّهِّمْ ذُ ِّ’ريَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَ ’ٰلٓى اَنْفُسِّهِّ “مْ…
Komunitas Titian adalah ruang pembelajar yang bersifat terbuka yang didirikan pada Mei 2024 di Yogyakarta. Kehadirannya berangkat dari keperluan berkelanjutan untuk terus menelaah posisi tiga pusaran ide dan praktik—tradisi, agama, dan modernisme, yang ketiganya seperti bergerak secara sentripetal, menarik yang lain ke arah pusarannya masing-masing.
وَاِّذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِّ نْ بَنِّْٰيٓ ’ادَمَ مِّنْ ظُهُوْرِّهِّمْ ذُ ِّ’ريَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَ ’ٰلٓى اَنْفُسِّهِّ “مْ…
a Dalam diskusi-diskusi terakhir di Komunitas Titian (Kotin), terutama yang secara khusus mengetengahkan pembicaraan perihal subjek…
“Apakah mungkin kita hidup dengan cara yang sama, ketika begitu banyak hal di sekitar kita terus…
Pada diskusi legaran kali ini, Komunitas Titian mengangkat sastra lisan sebagai fokus kajian untuk menilik kembali praktik kebudayaan masyarakat Minangkabau yang menjadikan tradisi ini sebagai lokus penting dalam produksi pengetahuannya. Berlawanan dengan kepercayaan bahwa kemajuan peradaban diukur dengan penggunaan aksara, masyarakat Minangkabau menghidupi kebudayaan tanpa bergantung pada tradisi tulis. Fokus…