a Dalam diskusi-diskusi terakhir di Komunitas Titian (Kotin), terutama yang secara khusus mengetengahkan pembicaraan perihal subjek poskolonial dan proyek dekolonial,...
selengkapnyaYang Tetap, Yang Berubah
“Apakah mungkin kita hidup dengan cara yang sama, ketika begitu banyak hal di sekitar kita terus berubah?” filsafatdan falsafah. Dalam...
selengkapnyaSimalakama Sejarah Pasif: Melongo dan Menyigi Pasca Aia Gadang dan Tapian Barubah
Dengan klaim yang mutlak, saya mendefinisikan diri sebagai si paling ber-adat, ber-lembaga, dan ber-pusaka. Bagaimana tidak? Cerita Minangkabau yang eksis...
selengkapnyaTolak Ansua: Antaro Kuaso, Pakan, Jo Sosial
Minangkabau dalam perjalanan sejarah acapkali dipahami melalui dikotomi antara adat yang dianggap statis dan modernitas yang merengsek masuk. Namun apa...
selengkapnyaTertangkap Basah Mentertawakan Kebudayaan – Apa Akal Kita Lagi?
Izinkan saya menunaikan tugas untuk menyampaikan satu renungan atas beberapa diskusi sesi Bahasa yang telah diselenggarakan Komunitas Titian beberapa bulan...
selengkapnyaDendang Padusi dalam Transformasi Kultural
Tahun 2022, saya berangkat dari Bukittinggi ke Yogyakarta untuk kuliah. Saya memang merindukan rumah, namun tidak sama sekali bermaksud memikirkan...
selengkapnyaKusut-Kusut Sarang Tempua: Bertumpuk Pengetahuan Meminang Saya
Dulu sewaktu mondok selama tujuh tahun, meski bahan bacaan saya tak seberapa dan berfokus pada turats, timbul gejolak bahagia setiap...
selengkapnya