• TENTANG
  • PROGRAM
  • TULISAN
  • KONTAK
  • esai

Jangan Takut, Essensialisme Masih Jauh, dan Kita Tidak Berniat Ke Sana

Abdul RahmanJanuari 3, 2026

a Dalam diskusi-diskusi terakhir di Komunitas Titian (Kotin), terutama yang secara khusus mengetengahkan pembicaraan perihal subjek poskolonial dan proyek dekolonial,...

selengkapnya

Yang Tetap, Yang Berubah

Aza Khiatun NisaDesember 27, 2025

“Apakah mungkin kita hidup dengan cara yang sama, ketika begitu banyak hal di sekitar kita terus berubah?” filsafatdan falsafah. Dalam...

selengkapnya

Simalakama Sejarah Pasif: Melongo dan Menyigi Pasca Aia Gadang dan Tapian Barubah

Mhd. Ilham ArmiDesember 27, 2025

Dengan klaim yang mutlak, saya mendefinisikan diri sebagai si paling ber-adat, ber-lembaga, dan ber-pusaka. Bagaimana tidak? Cerita Minangkabau yang eksis...

selengkapnya

Tolak Ansua: Antaro Kuaso, Pakan, Jo Sosial

Khairul UmamiDesember 27, 2025

Minangkabau dalam perjalanan sejarah acapkali dipahami melalui dikotomi antara adat yang dianggap statis dan modernitas yang merengsek masuk. Namun apa...

selengkapnya

Tertangkap Basah Mentertawakan Kebudayaan – Apa Akal Kita Lagi?

A. RafsanjaniDesember 27, 2025

Izinkan saya menunaikan tugas untuk menyampaikan satu renungan atas beberapa diskusi sesi Bahasa yang telah diselenggarakan Komunitas Titian beberapa bulan...

selengkapnya

Dendang Padusi dalam Transformasi Kultural

Hidayatul AzmiDesember 27, 2025

Tahun 2022, saya berangkat dari Bukittinggi ke Yogyakarta untuk kuliah. Saya memang merindukan rumah, namun tidak sama sekali bermaksud memikirkan...

selengkapnya

Kusut-Kusut Sarang Tempua: Bertumpuk Pengetahuan Meminang Saya

Geri SeptianDesember 27, 2025

Dulu sewaktu mondok selama tujuh tahun, meski bahan bacaan saya tak seberapa dan berfokus pada turats, timbul gejolak bahagia setiap...

selengkapnya
  • esai

Jangan Takut, Essensialisme Masih Jauh, dan Kita Tidak Berniat Ke Sana

Abdul RahmanJanuari 3, 2026

a Dalam diskusi-diskusi terakhir di Komunitas Titian (Kotin), terutama yang secara khusus mengetengahkan pembicaraan perihal subjek poskolonial dan proyek dekolonial,...

selengkapnya

Yang Tetap, Yang Berubah

Aza Khiatun NisaDesember 27, 2025

“Apakah mungkin kita hidup dengan cara yang sama, ketika begitu banyak hal di sekitar kita terus berubah?” filsafatdan falsafah. Dalam...

selengkapnya

Simalakama Sejarah Pasif: Melongo dan Menyigi Pasca Aia Gadang dan Tapian Barubah

Mhd. Ilham ArmiDesember 27, 2025

Dengan klaim yang mutlak, saya mendefinisikan diri sebagai si paling ber-adat, ber-lembaga, dan ber-pusaka. Bagaimana tidak? Cerita Minangkabau yang eksis...

selengkapnya

Tolak Ansua: Antaro Kuaso, Pakan, Jo Sosial

Khairul UmamiDesember 27, 2025

Minangkabau dalam perjalanan sejarah acapkali dipahami melalui dikotomi antara adat yang dianggap statis dan modernitas yang merengsek masuk. Namun apa...

selengkapnya

Tertangkap Basah Mentertawakan Kebudayaan – Apa Akal Kita Lagi?

A. RafsanjaniDesember 27, 2025

Izinkan saya menunaikan tugas untuk menyampaikan satu renungan atas beberapa diskusi sesi Bahasa yang telah diselenggarakan Komunitas Titian beberapa bulan...

selengkapnya

Dendang Padusi dalam Transformasi Kultural

Hidayatul AzmiDesember 27, 2025

Tahun 2022, saya berangkat dari Bukittinggi ke Yogyakarta untuk kuliah. Saya memang merindukan rumah, namun tidak sama sekali bermaksud memikirkan...

selengkapnya

Kusut-Kusut Sarang Tempua: Bertumpuk Pengetahuan Meminang Saya

Geri SeptianDesember 27, 2025

Dulu sewaktu mondok selama tujuh tahun, meski bahan bacaan saya tak seberapa dan berfokus pada turats, timbul gejolak bahagia setiap...

selengkapnya
  • esai

Jangan Takut, Essensialisme Masih Jauh, dan Kita Tidak Berniat Ke Sana

Abdul RahmanJanuari 3, 2026

a Dalam diskusi-diskusi terakhir di Komunitas Titian (Kotin), terutama yang secara khusus mengetengahkan pembicaraan perihal subjek poskolonial dan proyek dekolonial,...

selengkapnya

Yang Tetap, Yang Berubah

Aza Khiatun NisaDesember 27, 2025

“Apakah mungkin kita hidup dengan cara yang sama, ketika begitu banyak hal di sekitar kita terus berubah?” filsafatdan falsafah. Dalam...

selengkapnya

Simalakama Sejarah Pasif: Melongo dan Menyigi Pasca Aia Gadang dan Tapian Barubah

Mhd. Ilham ArmiDesember 27, 2025

Dengan klaim yang mutlak, saya mendefinisikan diri sebagai si paling ber-adat, ber-lembaga, dan ber-pusaka. Bagaimana tidak? Cerita Minangkabau yang eksis...

selengkapnya

Tolak Ansua: Antaro Kuaso, Pakan, Jo Sosial

Khairul UmamiDesember 27, 2025

Minangkabau dalam perjalanan sejarah acapkali dipahami melalui dikotomi antara adat yang dianggap statis dan modernitas yang merengsek masuk. Namun apa...

selengkapnya

Tertangkap Basah Mentertawakan Kebudayaan – Apa Akal Kita Lagi?

A. RafsanjaniDesember 27, 2025

Izinkan saya menunaikan tugas untuk menyampaikan satu renungan atas beberapa diskusi sesi Bahasa yang telah diselenggarakan Komunitas Titian beberapa bulan...

selengkapnya

Dendang Padusi dalam Transformasi Kultural

Hidayatul AzmiDesember 27, 2025

Tahun 2022, saya berangkat dari Bukittinggi ke Yogyakarta untuk kuliah. Saya memang merindukan rumah, namun tidak sama sekali bermaksud memikirkan...

selengkapnya

Kusut-Kusut Sarang Tempua: Bertumpuk Pengetahuan Meminang Saya

Geri SeptianDesember 27, 2025

Dulu sewaktu mondok selama tujuh tahun, meski bahan bacaan saya tak seberapa dan berfokus pada turats, timbul gejolak bahagia setiap...

selengkapnya
  • esai

Jangan Takut, Essensialisme Masih Jauh, dan Kita Tidak Berniat Ke Sana

Abdul RahmanJanuari 3, 2026

a Dalam diskusi-diskusi terakhir di Komunitas Titian (Kotin), terutama yang secara khusus mengetengahkan pembicaraan perihal subjek poskolonial dan proyek dekolonial,...

selengkapnya

Yang Tetap, Yang Berubah

Aza Khiatun NisaDesember 27, 2025

“Apakah mungkin kita hidup dengan cara yang sama, ketika begitu banyak hal di sekitar kita terus berubah?” filsafatdan falsafah. Dalam...

selengkapnya

Simalakama Sejarah Pasif: Melongo dan Menyigi Pasca Aia Gadang dan Tapian Barubah

Mhd. Ilham ArmiDesember 27, 2025

Dengan klaim yang mutlak, saya mendefinisikan diri sebagai si paling ber-adat, ber-lembaga, dan ber-pusaka. Bagaimana tidak? Cerita Minangkabau yang eksis...

selengkapnya

Tolak Ansua: Antaro Kuaso, Pakan, Jo Sosial

Khairul UmamiDesember 27, 2025

Minangkabau dalam perjalanan sejarah acapkali dipahami melalui dikotomi antara adat yang dianggap statis dan modernitas yang merengsek masuk. Namun apa...

selengkapnya

Tertangkap Basah Mentertawakan Kebudayaan – Apa Akal Kita Lagi?

A. RafsanjaniDesember 27, 2025

Izinkan saya menunaikan tugas untuk menyampaikan satu renungan atas beberapa diskusi sesi Bahasa yang telah diselenggarakan Komunitas Titian beberapa bulan...

selengkapnya

Dendang Padusi dalam Transformasi Kultural

Hidayatul AzmiDesember 27, 2025

Tahun 2022, saya berangkat dari Bukittinggi ke Yogyakarta untuk kuliah. Saya memang merindukan rumah, namun tidak sama sekali bermaksud memikirkan...

selengkapnya

Kusut-Kusut Sarang Tempua: Bertumpuk Pengetahuan Meminang Saya

Geri SeptianDesember 27, 2025

Dulu sewaktu mondok selama tujuh tahun, meski bahan bacaan saya tak seberapa dan berfokus pada turats, timbul gejolak bahagia setiap...

selengkapnya
  • esai

Jangan Takut, Essensialisme Masih Jauh, dan Kita Tidak Berniat Ke Sana

Abdul RahmanJanuari 3, 2026

a Dalam diskusi-diskusi terakhir di Komunitas Titian (Kotin), terutama yang secara khusus mengetengahkan pembicaraan perihal subjek poskolonial dan proyek dekolonial,...

selengkapnya

Yang Tetap, Yang Berubah

Aza Khiatun NisaDesember 27, 2025

“Apakah mungkin kita hidup dengan cara yang sama, ketika begitu banyak hal di sekitar kita terus berubah?” filsafatdan falsafah. Dalam...

selengkapnya

Simalakama Sejarah Pasif: Melongo dan Menyigi Pasca Aia Gadang dan Tapian Barubah

Mhd. Ilham ArmiDesember 27, 2025

Dengan klaim yang mutlak, saya mendefinisikan diri sebagai si paling ber-adat, ber-lembaga, dan ber-pusaka. Bagaimana tidak? Cerita Minangkabau yang eksis...

selengkapnya

Tolak Ansua: Antaro Kuaso, Pakan, Jo Sosial

Khairul UmamiDesember 27, 2025

Minangkabau dalam perjalanan sejarah acapkali dipahami melalui dikotomi antara adat yang dianggap statis dan modernitas yang merengsek masuk. Namun apa...

selengkapnya

Tertangkap Basah Mentertawakan Kebudayaan – Apa Akal Kita Lagi?

A. RafsanjaniDesember 27, 2025

Izinkan saya menunaikan tugas untuk menyampaikan satu renungan atas beberapa diskusi sesi Bahasa yang telah diselenggarakan Komunitas Titian beberapa bulan...

selengkapnya

Dendang Padusi dalam Transformasi Kultural

Hidayatul AzmiDesember 27, 2025

Tahun 2022, saya berangkat dari Bukittinggi ke Yogyakarta untuk kuliah. Saya memang merindukan rumah, namun tidak sama sekali bermaksud memikirkan...

selengkapnya

Kusut-Kusut Sarang Tempua: Bertumpuk Pengetahuan Meminang Saya

Geri SeptianDesember 27, 2025

Dulu sewaktu mondok selama tujuh tahun, meski bahan bacaan saya tak seberapa dan berfokus pada turats, timbul gejolak bahagia setiap...

selengkapnya
  • esai

Jangan Takut, Essensialisme Masih Jauh, dan Kita Tidak Berniat Ke Sana

Abdul RahmanJanuari 3, 2026

a Dalam diskusi-diskusi terakhir di Komunitas Titian (Kotin), terutama yang secara khusus mengetengahkan pembicaraan perihal subjek poskolonial dan proyek dekolonial,...

selengkapnya

Yang Tetap, Yang Berubah

Aza Khiatun NisaDesember 27, 2025

“Apakah mungkin kita hidup dengan cara yang sama, ketika begitu banyak hal di sekitar kita terus berubah?” filsafatdan falsafah. Dalam...

selengkapnya

Simalakama Sejarah Pasif: Melongo dan Menyigi Pasca Aia Gadang dan Tapian Barubah

Mhd. Ilham ArmiDesember 27, 2025

Dengan klaim yang mutlak, saya mendefinisikan diri sebagai si paling ber-adat, ber-lembaga, dan ber-pusaka. Bagaimana tidak? Cerita Minangkabau yang eksis...

selengkapnya

Tolak Ansua: Antaro Kuaso, Pakan, Jo Sosial

Khairul UmamiDesember 27, 2025

Minangkabau dalam perjalanan sejarah acapkali dipahami melalui dikotomi antara adat yang dianggap statis dan modernitas yang merengsek masuk. Namun apa...

selengkapnya

Tertangkap Basah Mentertawakan Kebudayaan – Apa Akal Kita Lagi?

A. RafsanjaniDesember 27, 2025

Izinkan saya menunaikan tugas untuk menyampaikan satu renungan atas beberapa diskusi sesi Bahasa yang telah diselenggarakan Komunitas Titian beberapa bulan...

selengkapnya

Dendang Padusi dalam Transformasi Kultural

Hidayatul AzmiDesember 27, 2025

Tahun 2022, saya berangkat dari Bukittinggi ke Yogyakarta untuk kuliah. Saya memang merindukan rumah, namun tidak sama sekali bermaksud memikirkan...

selengkapnya

Kusut-Kusut Sarang Tempua: Bertumpuk Pengetahuan Meminang Saya

Geri SeptianDesember 27, 2025

Dulu sewaktu mondok selama tujuh tahun, meski bahan bacaan saya tak seberapa dan berfokus pada turats, timbul gejolak bahagia setiap...

selengkapnya
  • esai

Jangan Takut, Essensialisme Masih Jauh, dan Kita Tidak Berniat Ke Sana

Abdul RahmanJanuari 3, 2026

a Dalam diskusi-diskusi terakhir di Komunitas Titian (Kotin), terutama yang secara khusus mengetengahkan pembicaraan perihal subjek poskolonial dan proyek dekolonial,...

selengkapnya

Yang Tetap, Yang Berubah

Aza Khiatun NisaDesember 27, 2025

“Apakah mungkin kita hidup dengan cara yang sama, ketika begitu banyak hal di sekitar kita terus berubah?” filsafatdan falsafah. Dalam...

selengkapnya

Simalakama Sejarah Pasif: Melongo dan Menyigi Pasca Aia Gadang dan Tapian Barubah

Mhd. Ilham ArmiDesember 27, 2025

Dengan klaim yang mutlak, saya mendefinisikan diri sebagai si paling ber-adat, ber-lembaga, dan ber-pusaka. Bagaimana tidak? Cerita Minangkabau yang eksis...

selengkapnya

Tolak Ansua: Antaro Kuaso, Pakan, Jo Sosial

Khairul UmamiDesember 27, 2025

Minangkabau dalam perjalanan sejarah acapkali dipahami melalui dikotomi antara adat yang dianggap statis dan modernitas yang merengsek masuk. Namun apa...

selengkapnya

Tertangkap Basah Mentertawakan Kebudayaan – Apa Akal Kita Lagi?

A. RafsanjaniDesember 27, 2025

Izinkan saya menunaikan tugas untuk menyampaikan satu renungan atas beberapa diskusi sesi Bahasa yang telah diselenggarakan Komunitas Titian beberapa bulan...

selengkapnya

Dendang Padusi dalam Transformasi Kultural

Hidayatul AzmiDesember 27, 2025

Tahun 2022, saya berangkat dari Bukittinggi ke Yogyakarta untuk kuliah. Saya memang merindukan rumah, namun tidak sama sekali bermaksud memikirkan...

selengkapnya

Kusut-Kusut Sarang Tempua: Bertumpuk Pengetahuan Meminang Saya

Geri SeptianDesember 27, 2025

Dulu sewaktu mondok selama tujuh tahun, meski bahan bacaan saya tak seberapa dan berfokus pada turats, timbul gejolak bahagia setiap...

selengkapnya