Pernahkah kita merenung, setelah puluhan tahun kemerdekaan bergaung, mengapa kerangka berpikir dan cara kita memandang dunia masih kerap berkiblat pada standar yang diwariskan oleh kolonialisme? Sejauh mana kita benar-benar berdaulat, jika pengetahuan dan identitas kita masih dibentuk oleh narasi yang sejatinya bukan milik kita?
Dalam legaran kali ini, kita akan mengupas tindakan dekolonialitas sebagai cara membongkar pengaruh kolonial yang masih mengakar kuat. Pengaruh ini tampak pada pengetahuan yang kita anggap benar, cara kita melihat identitas, praktik budaya, dan struktur sosial-ekonomi hari ini dalam konteks sejarah Minangkabau. Kita akan menelusuri jejak-jejaknya dalam keseharian, mulai dari isi kurikulum pendidikan hingga cara budaya populer disajikan kepada kita.

Lalu, bagaimana kita dapat secara aktif membongkar struktur tersebut dan merebut kembali agensi untuk mendefinisikan ulang narasi kita sendiri?
Menumbuhkan kesadaran dekolonial menjadi krusial untuk membina suatu perspektif yang lebih adil, inklusif, dan berlandaskan pada kearifan serta pengalaman lokal. Pada diskusi kali ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan langkah inisiatif bagi generasi muda-dunia ketiga- untuk terlibat aktif dalam dekolonisasi pemikiran dan praksis sosial.

Untuk melihat bagaimana pentingnya dekolonialitas, mari kita diskusikan dalam Diskusi Legaran #4 Komunitas Titian serial sejarah ini pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 23 Agustus 2025
Waktu: 19:30 WIB – Selesai
Tempat: SaRang Building Blok 1, Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, DIY

Pemantik: Saut Situmorang & Inyiak Ridwan Muzir
Moderator: Rafsanjani

agenda sebelumnya