Gerakan pendidikan progresif di Minangkabau dimulai melalui Sumatra Thawalib (1918) yang dipelopori Haji Abdul Karim Amrullah. Dalam perkembangannya, Haji Datuk Batuah dan Natar Zainuddin menghadirkan perspektif baru dengan memadukan nilai-nilai Islam, pemikiran progresif serta Adat Minangkabau. Mereka mendorong siswa berpikir kritis terhadap penjajahan Belanda, bahkan menginspirasi pendirian Sekolah Rakyat (Volksschool) untuk kaum tertindas. Meski ditekan pemerintah kolonial, Gerakan pendidikan ini tidak hanya berdampak di Minangkabau, tetapi juga menginspirasi perkembangan pendidikan di berbagai wilayah Sumatra lainnya.

Diskusi legaran #1 diadakan pada:
Minggu, 23 Februari 2025
Pukul: 19.00 WIB
Lokasi: Sarang Coffee

Pembicara:
Fikrul Hanif
Inyiak Ridwan Muzir

Moderator:
Abdul Rahman

Terbuka untuk umum

agenda sebelumnya