Apa asal-usul, struktur kepemimpinan, & motivasi dari para aktor di balik gerakan anti pajak di Minangkabau—Kamang, Batipuh, & Manggopoh—1908?
Penelitian Ken Young “Islamic Peasants and the State” ini menyajikan bagaimana peralawanan Anti-Pajak 1908 di Minangkabau bukan sekadar sbg persoalan ekonomi (urusan perut) semata, namun gerakan ini juga bentuk dari “krisis pergeseran elit” (elite displacement) yang dimotori oleh tarekat.
Young melihat bahwa jaringan Tarekat Syattariyah bertransformasi menjadi infrastruktur perawalanan yg efektif pada masa ini dimana elit adat (panghulu) telah terkooptasi ke dlm birokrasi kolonial sbg “elit semu”. Young berargumen bahwa para ulama Syattariyah, yg otoritas sosioreligiusnya tergerus oleh kebangkitan tarekat Naqsyabandiyah & gerakan modernis mentransformasikan keresahan massal atas pajak tunai menjadi basis mobilisasi sosioreligius utk mengonsolidasikan kembali kepemimpinan mereka. Melalui ikatan batin guru-murid di jaringan surau, keresahan material petani terhadap negara kolonial diterjemahkan ke dlm idiom perang sabil, yg pd akhirnya menandai titik akhir dr efektivitas politik gerakan Sufi tradisional dlm sejarah Minangkabau.
Selain itu penelitian ini berdiri pd posisi yg bersebrangan dg tesis “ekonomi alam” B. Schrieke yg memandang tahun 1908 sbg diskontinuitas radikal/titik balik (watershed) antara masyarakat “tradisional” statis & masyarakat “modern”. Young menyanggah asumsi tersebut dg menunjukkan adanya kontinuitas kapasitas adaptif rumah tangga petani Minangkabau dlm proses subsumption (penyerapan) kapitalis yang sudah berlangsung jauh sebelum 1908.Penelitian ini juga berseberangan dg proposisi Clifford Geertz mengenai “involusi pertanian,” dg membuktikan bhw fleksibilitas organisasi rumah tangga Minangkabau dlm memediasi sektor subsistensi & komersial justru mencegah terjadinya stagnasi involutif.
Untuk lebih lengkapnya mari kita bahas bersama-sama dlm diskusi Rereading serial Spiritualitas & Gerakan Sosial di Komunitas Titian pada:
Waktu: Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 19.30-selesai
Tempat: Sarang Building, Kalipakis, RT 05/II, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, DIY
pembicara:
A. Rafsanjani
moderator :
Khairul Umami