Buku Dasar Falsafat Adat Minangkabau karangan Prof. Mr. M. Nasroen adalah salah satu teks penting tentang Minangkabau. Penting karena dia mencoba menguraikan “dasar” dan “falsafah” adat. Apalagi yang penting selain sendi atau pokok dari sesuatu? Bahkan, judul buku ini seakan-akan berjanji menjelaskan dasar dari segala dasar: bukankah falsafah atau filsafat adalah dasar atau induk dari segala ilmu? Agak tinggi sangkutan buku ini.
Namun kadang-kadang judul dengan klaim yang berat cenderung menjebak pembaca. Pembaca terdorong untuk mengangguk-angguk balam saja pada apa yang dijanjikan judul. Maka dikiralah buku Mr. Nasroen ini membahas filsafat-nya orang Minang. Apa sebab? Karena, perkiraan ini berangkat dari pemahaman masing-masing tentang kata “filsafat” atau “falsafah”. Akibatnya, berbagai-bagai pula harapan yang ditumpangkan pada buku ini.

Ada yang berharap buku ini menguak pandangan metafisika Minangkabau. Ada pula yang meyakini dalam buku ini akan bersua dengan penjelasan epistemologi orang Minang. Tak jarang juga yang mencoba mengadu pikiran Nyiak Nasroen dengan konsep dialektika Hegelian. Belum lagi yang mencoba menyanding-nyandingkan bagaimana kehidupan individual dan sosial yang dibahas buku ini dengan filsafat politik liberalisme atau sosialisme. Pokoknya, kepala saja yang sama berbulu, apa yang diharapkan dari buku ini berlain-lain.
Agar isi kepala kita (pembaca buku ini) tidak berlaga-laga satu sama lain, Rereading Komunitas Titian kali ini akan mencoba mendudukkan kaji dengan membahas satu pertanyaan kecil: Bagaimana cara membaca buku Dasar Falsafah Adat Minangkabau? Tujuannya, agar kegiatan membaca tidak menjadi usaha meminta sisik ke lele. Harapannya adalah ibarat menghimbau pendekar turun. Dengan kata lain, supaya ekspektasi pembacaan selaras dengan intensi teks.

Mari kita bahas bersama dalam serial Falsafah di Komunitas Titian pada:
Hari/Tanggal: Sabtu 29 November 2025
Waktu: 19:30-selesai
Tempat: Sarang Building Blok 2, Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, DIY

Pemantik: Inyiak Ridwan Muzir
Moderator: Muhammad Muchlis

agenda sebelumnya