“Perempuan Minangkabau dalam Metafora Kekuasaan” karya Nurwani mengajukan pertanyaan atas hal yg terlihat paradoks: Mengapa perempuan Minangkabau, yg secara kultural memiliki posisi sentral dalam sistem adat matrilineal, namun partisipasi politik mereka cukup rendah dalam kepemimpinan politik formal?

Dalam upaya menjelaskan, Nurwani menarik jauh pd sejarah kolonial hingga dinamika modern serta mengungkap bagaimana struktur dan budaya “berkonspirasi” untuk menjaga perempuan jauh dr kekuasaan politik. Berbagai metafora budaya—seperti ungkapan “ramo-ramo di rumah gadang”—secara halus menempatkan perempuan dalam batas ranah domestik, walaupun mereka adalah tulang punggung sistem matrilineal.

Sementara itu, “Webs of Power: Women, Kin, and Community in a Sumatran Village” karya Evelyn Blackwood membawa pembaca masuk ke kehidupan nagari Taram, Limo puluah koto, Sumatera Barat. Blackwood menemukan bahwa kekuasaan perempuan tidak diukur dr jabatan atau angka, melainkan dr penguasaan mereka atas tanah, rumah, dan jaringan kekerabatan yang saling terhubung erat. Dalam menjelaskan konsep kekuasaan tersebut, Blackwood mengkritisi berbagai hal seperti dikotomi analisis gender antara publik dan privat, menegaskan bahwa kekuasaan perempuan Minangkabau bersifat relasional—tersembunyi dalam praktik sehari-hari yg sederhana namun berdampak.

Meski berbeda fokus penelitian, 2 buku ini tetap menawarkan pandangan yg saling melengkapi tentang dunia perempuan Minangkabau. Satu sisi mengupas hambatan struktural yg membatasi langkah mereka ke ranah politik, sementara sisi lain merayakan kekuatan tak kasat mata yg terus hidup dalam komunitas dan kekerabatan. Secara bersamaan, kedua buku ini seperti mengajukan pertanyaan: apakah kekuasaan terletak pd pengakuan formal di panggung besar, ataukah pd pengaruh yg mengalir dalam denyut budaya matrilineal?

Untuk menjawab berbagai teka-teki di atas, mari bedah bersama-sama pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 08 Maret 2025
Waktu : 19.30 – Selesai
Lokasi : SaRanG Buildings
Kalipakis RT 05/ II Tirtonirmolo. Kasihan. Bantul. 55181

Pemantik: Hidayatul Azmi & Rafsanjani

NB : TERBUKA UNTUK UMUM

agenda sebelumnya