Kajian Agraria Kritis dalam Alam-Manusia Minangkabau (Asik!)
Betapa melekatnya mamangan Alam Takambang Jadi Guru. Hapal luar kepala kita semua. Sedikit-sedikit “alam takambang jadi guru”, sedikit-sedikit nganu… Mamangan ini memperlihatkan relasi alam dan manusianya dalam hubungan metaforik perguruan (dan permuridan).
Tapi karena Alam itu terbagi sepen, ia tentu tidak hanya sebagai guru. Satu diantara yang lain adalah sebagai “dapua” (metafor yang lain), yang barasok selalu agar sang murid terus berfilsafat sambil minun kopi dan manggatok kacang abuih. Disini kiranya persoalan Agraria dan kajiannya bersandar dalam Alam dan Manusia Minangkabau. Sejauh mana kita mengenal sisi Alam yang itu? Bukan alam yang dimetaforkan sebagai Guru – tetapi alam sebagai basis material kehidupan para muridnya? Perihal bagaimana Alam dan Sumberdaya diperlakukan, ditata dan dikelola, diperebutkan oleh manusia-manusia dalam rentang tertentu sejarah Minangkabau. Ada ma-ameh lah para murid ini pada sanduak dan pariuak? Lamak di awak katuju dek kawan?
Diskusi kali ini akan mengajak menerawang pertanyaan-pertanyaan ini, secara lebih historis – alih-alih memperkuat konsepsi ideal yang sudah mapan. Meskipun mungkin akan melesatkan titik pencarian jauh kebelakang, ke era gunuang marapi masih sagadang talua itiak, ke perdagangan maritim atau pembentukan sub-etnis Minangkabau atau sebaliknya ke masa kolonial dan neo-kolonial (kontemporer), tapi kita akan bertulak dari satu formasi menarik dari Christine Dobbin terlebih dahulu, dalam Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra, 1784-1847. Buku yang mungkin sudah lusuh dibolak-balik kawan-kawan, terutama perihal Paderi, namun cukup kaya memperlihatkan kondisi agraria pedalaman era-era segitu. Dari situ, kita bisa maju atau mundur, merajut bongkar dengan referensi-referensi yang lain. Dobbin disini sebagai pintu masuk saja – ka siriah. Kalau ndak ada Siriah, apa daya si carano. Kan baitu.
Silahkan kawan-kawan menghadiri. Diskusi akan berlangsung di Sarang Buildings Blok 2, Kalipakis, RT 05/II Tirtonimolo, Kasihan, Bantul, DIY


Hari, tanggal: Sabtu, 1 Agustus 2026
Pukul: 19.30 WIB
Pemantik: Abdul Rahman
Moderator: Muhamad Rasyid Siddiq

agenda sebelumnya